Dari Parlemen ke Pengabdian Abadi, Mengenang H Azhar bin Syamsudin

TANJUNGPINANG — Innalillahi wainnailaihi raji’un. Tanjungpinang berduka. H. Azhar bin Syamsudin, mantan anggota DPRD Tanjungpinang periode 2009–2014, wafat pada Jumat malam (7/11) pukul 20.33 WIB di RSUP Tanjungpinang. Ia berpulang pada usia 71 tahun, meninggalkan seorang istri dan lima orang anak.

Kabar duka ini datang setelah tiga hari perjuangan almarhum melawan serangan stroke yang menimpanya. 

“Sudah ditangani dokter di dua rumah sakit, RSUD dan RSUP Tanjungpinang. Jumat malam, Papa menghembuskan nafas terakhir dengan tenang,” tutur Roma Ardadan, putra sulung almarhum, dengan mata berkaca-kaca di rumah duka, didampingi sang adik, Rona Andaka.

Sabtu pagi (8/11), kediaman almarhum di Jalan Brigjen Katamso Gang Kenanga No. 7 dipenuhi pelayat. Satu per satu, keluarga, sahabat, dan kolega datang untuk memberi penghormatan terakhir. Doa-doa mengalun lirih di antara isak tangis dan pelukan duka.

Di antara kursi pelayat tampak sejumlah wajah lama yang dulu bersama Azhar berjuang di parlemen kota. Suparno, mantan Ketua DPRD Tanjungpinang, mengenang sosok sahabatnya itu dengan nada berat.

“Beliau orang yang sangat berdedikasi. Saat Tanjungpinang dilanda krisis listrik, padam sampai empat kali sehari, beliau yang paling keras memperjuangkan aspirasi rakyat. Pengalaman beliau sebagai pengusaha membuatnya sangat paham soal teknis. Ia menghitung, menganalisis, bahkan mengurai persoalan listrik hingga ke meter demi meter,” ujar Suparno, menahan haru.

Ingatan pun melayang ke bulan Mei 2015 silam, ketika ribuan warga Tanjungpinang turun ke jalan, memprotes pemadaman listrik yang tak kunjung usai. Aksi itu berujung bentrok, belasan warga terluka. 

“Ketika kami semua lelah menghadapi tekanan publik, Pak Azhar lah tempat kami bertanya,” kenang Husnizar Hood, rekan almarhum di DPRD kala itu. 

“Beliau sangat menguasai persoalan. Di mata kami, dia bukan sekadar anggota dewan, tapi abang, orang tua, penuntun dalam kerja dan sikap,” kenang Husnizar lagi.

Ahmad Dani, sahabat seperjuangan lainnya di legislatif, tak mampu menahan haru ketika bicara. 

“Bang Azhar banyak meninggalkan kesan dan legacy. Beliau pejuang tangguh. Meninggal di hari Jumat, hari yang baik, insya Allah husnul khatimah. Semoga keluarga diberi kesabaran,” ucapnya.

Hingga berita ini ditulis, arus pelayat masih terus berdatangan. Wajah-wajah yang datang membawa doa dan cerita baik. Bila tiada aral melintang, selepas Zuhur, Sabtu siang ini jenazah H. Azhar bin Syamsudin akan dimakamkan. Selamat jalan, Pak Azhar…(bm2)