Catatan Buralimar
MENCERMATI semifinal AFF U-23, baik Indonesia vs Thailand maupun Vietnam vs Filipina, keempat tim boleh dikatakan berimbang, dan selisih gol yang terjadi tidak lebih dari satu gol.
Timnas Indonesia di penyisihan grup hanya menang 1-0 vs Filipina. Melawan Thailand, menang adu penalti 7-6 setelah bermain 1-1 dalam waktu normal.
Sedangkan Vietnam menang tipis 2-1 atas Filipina, di penyisihan juga menang tipis 1-0 atas Kamboja. Hanya saat melawan Laos—tim terlemah di event ini—Vietnam menang 3-0.
Vietnam tidak terlalu istimewa dibanding Malaysia dan Thailand, terutama pertahanannya yang masih dibobol oleh Filipina dan Kamboja. Artinya, barisan pertahanan Vietnam masih bisa ditembus Timnas Indonesia nantinya.
Hanya saja, Indonesia tidak punya striker handal selain Jens Raven. Mudah-mudahan Jens masih bisa main minimal 45 menit pertama, karena kemarin cedera saat melawan Thailand.
Sedangkan striker lain, misalnya Hokky Caraka, perannya belum maksimal. Namun berkat, saat melawan Thailand, ia hanya sebagai pemain pendukung dan posisinya terlalu jauh ke sisi kiri lapangan.
Hokky harus diberi peran dan kepercayaan lagi untuk lebih berani ke tengah dan masuk ke area penalti, bertarung dengan pemain belakang Vietnam. Mudah-mudahan Hokky, yang masih diragukan kiprahnya, bisa berbuat banyak menggantikan peran Jens Raven. Saat adu penalti, Hokky juga salah satu penendang yang berhasil menjebol gawang Thailand. Semoga ini menambah semangat Hokky untuk tampil lebih baik nanti.
Kelemahan Timnas Indonesia memang berada pada finishing—terlalu sulit menjebol gawang lawan. Jika striker tidak berani berjibaku di kotak penalti lawan seperti saat melawan Thailand, maka akan sulit meraih gol. Karena saat melawan Filipina dan Malaysia, hampir semua serangan Indonesia mentok. Semoga ini menjadi perbaikan oleh pelatih Gerald Vanenburg.
Selain itu, penguasaan lapangan tengah Indonesia masih lemah, sehingga sering bermain di lapangan sendiri. Ini juga semoga jadi perhatian.
Kelemahan lain, beberapa pemain belakang tidak bisa bermain di final akibat akumulasi kartu kuning dan cedera. Harus dicari pemain pengganti yang sepadan.
Namun, kita berharap Arkhan Fikri bisa bermain kembali, begitu juga Tony Firmansyah.
Antisipasi serangan Vietnam terutama dari sayap kiri, dari pemain nomor 17, Nguyen Phi Hoang, yang akselerasinya menakjubkan. Sebagian besar gol Vietnam lahir dari sisi kiri, ditambah sundulan-sundulan pemain depan mereka yang akurat.
Indonesia juga bisa memanfaatkan kelemahan pemain belakang Vietnam, terutama memanfaatkan lemparan jauh ala Robby Darwis yang juga jitu.
Jika kerja sama semua lini Timnas ditambah penguasaan lapangan tengah serta finishing touch yang baik, Indonesia akan menang dan juara AFF U-23 tahun ini, dengan selisih dua gol: 2-0 atau 3-1.
Semoga Tim Garuda menjadi kampiun malam ini, pukul 20.00 WIB, di stadion kebanggaan kita, GBK.*
Buralimar, Pemerhati Sepak Bola

